Adam Kesepian

Kau terlihat seperti adam yang kesepian
Menangisi hawamu yang terbang bersama bidadari
Di sudut sunyi kau meratapi hawamu
Dalam gelap kau tetap mencoba meneranginya
Tapi sampai kapan?

Kau tau, sampai kapan adam akan menunggu hawanya?
Aku tau, kau seorang yang tak ingkar oleh sabda munafikmu
Aku tau, dalam sanubarimu kau mengharap hawamu membalas apa yang kau rasa

Tapi ingat, kau bukan Tuhan yang mengatur pertalian jodohmu
Kau bukan cenayang yang dapat meramal masa depan
Kau adalah adam yang berjuang atas nama cinta demi sang hawa
Jangan anggap dirimu pengembara cinta yang dihempas butiran pasir, terdampar dalam gurun tanpa oasis
Namun, jangan menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu
Belajarlah untuk menatap pintu lain yang terbuka untukmu

Aku menanti di sini
Dalam untaian masa dan waktu
Ku susun rindu yang tercecer
Lalu ku bangun istana sepi untuk cintaku
Bersama dayang-dayang yang sendu membiru

Aku tak pernah tau, sebagai seorang hawa sampai kapan ku kan menanti adam kesepian sepertimu
Untuk apa aku menanti?
Aku tak mengerti, tak tau, dan tak ingin tau
Ku hanya ingin menanti
Aku percaya kau kan menatapku kelak walau entah kapan itu

Suatu saat nanti
Kala gerbang kehidupan telah usai dan kau masih menatap pintu itu
Ku kan menantimu sekali lagi di awal gerbang kematian

About cecesisi

Just an ordinary girl,, nothing special... ^^
This entry was posted in imaginations. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s